—
Freddie Mercury—
My Old ManBahagia Pada Waktunya
“Aku mau kita putus” “Kenapa?” “Aku rasa kita udah gak cocok lagi” “Gak cocok gimana?”. Dan Anton pergi dari hadapanku, aku bingung apa yang salah denganku padahal aku merasa kami baik – baik saja selama ini. Padahal baru saja 3 bulan dan selama ini kami tidak punya masalah.
Aku merasa bingung dan merasa bersalah juga walau sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi, semuanya terjadi begitu saja.
Bulan mulai menampakkan dirinya, dan aku hanya terdiam di kamar dan terus memikirkan tentang hal tersebut. Tanpa kusadari, aku menangis, aku tidak kuat dengan keputusan Anton yang cepat itu. Aku mengingat kembali saat itu “Melinda, kamu mau gak jadi pacarku?” “kamu bercanda, Ton? “gak, aku serius. Aku suka sama kamu, kamu mau jadi pacarku?”. Mengingat itu, aku malah bertambah sedih. Mengapa di saat itu dia berkata suka, namun sekarang begini?
Malam pun berlalu dan fajar membentang, aku bersiap ke sekolah. Setibanya disana, aku langsung masuk kelas dan duduk termenung sampai ada temanku yg bertanya “Mel, kamu kenapa?” “aku habis putus sama Anton” “wah? Kok bisa?” “aku gak tau juga, sudahlah aku tidak mau membicarakan tentang ini terus” “oh ya, maaf ya. Kamu harus tegar ya” “iya, makasih”. Namanya Dandi, dia temanku yang suka aku ajak cerita. Dia selama ini jujur kepadaku dan aku juga percaya kepada dia hanya saja ada satu sifat yang membuatku kurang menyukai dia, dia kadang bisa kekanak – Kanakan.
Pelajaran berlangsung terus, hingga tidak terasa sudah 2 bulan sejak aku putus cinta dengan Anton. Aku mulai berpikir untuk melupakan dia, namun cukup sulit, terlalu banyak kenangan – kenangan bersama dia. Aku pun mulai berpikir untuk mencelakakan dia, namun aku bukan siapa – siapa dia lagi. Jadi aku hanya bisa terdiam dari apa yang sudah terjadi ini
Seperti biasa, pelajaran satu per satu berakhir sehingga tiba waktunya pulang, di saat aku baru mau pulang, Dandi menghampiriku “Mel! Tunggu sebentar!” aku pun berbalik “ada apa?” “ternyata sekarang anton sedang mendekati Santi” “Santi? Untuk apa dia mendekati dia? Santi kan menyukai Gery” “aku tidak tahu, mungkin karena ini dia putus sama kamu” “tapi kan selama ini, Anton baru mengenaliku saja, dia belum mengenal Santi” “hmm.. mungkin karena itu dia pacaran sama kamu, untuk bisa dekat dengan Santi”. Memang selama ini Anton mulai berbicara dengan temanku, Santi tetapi aku menganggap itu biasa. Yang aku pikirkan adalah, Anton adalah pacarku dan dia hanya berteman dengan Santi tetapi sepertinya yang aku pikirkan salah
Keesokkan harinya, Dandi datang dengan temannya “Mel, kenalin ini Aldo, dia juga menyukai Santi jadi kita bertambah pasukan haha”. Dandi sebenarnya menyukai Santi dan datang lagi Aldo? Belum lagi si Anton juga menyukai Santi. Aku bingung apa yang sebenarnya mereka pikirkan. “aku Melinda”
Aldo berbicara denganku “kamu tahu apa saja tentang si Santi itu” “ dia suka sama teman kelasnya, namanya Gery” “wah, sayang sekali ya” “ya memang” “Aldo melihat handphonenya “wah sudah mulai sore, aku harus pulang. Hmm.. boleh minta nomor teleponnya? Jadi kalau ada apa – apa kamu bisa beri tahu aku” “ya, baiklah”. Alasan yang bagus, Aldo mengincar Santi sampai sedemikian rupa? Dia memang punya niat. Aku pun memberikan nomor teleponku “makasih ya, bye” “bye”
Waktu terus berlalu sejak pengalaman tidak menyenangkan itu, hingga akhirnya aku mendapat kabar bahwa Santi sudah pacaran dengan Gery. Itu berita bagus untukku, jadi kalau Santi sudah pacaran, Anton tidak dapat mengusik Santi lagi dan mungkin saja Anton ingin balikan denganku
Namun kelihatannya pikiranku salah, justru Anton semakin parah untuk mendekati Santi. Aku merasa dia itu gila, mau tetap bersikeras untuk mendapatkan Santi dibandingkan aku. Aku merasa seperti alat yang dipermainkan. Begitu parahkah keinginan dia mendekati Santi sampai melewatiku? Hal itu membuatku sedih lagi sampai aku menemukan sebuah cara yaitu dengan mencoba membujuk Santi untuk tidak mendekati Anton lagi
Keesokan harinya, aku pergi menemui Santi “Santi!” “ya? Kenapa, Mel?” “aku dengar kamu sudah pacaran dengan Gery ya? Selamat ya” “ ah ya nih, Mel aku senang banget waktu itu” “memangnya gimana cara dia nembak?” “dia ngomong langsung di depan aku, jadi aku jadi malu – malu gitu. Aah aku senang banget waktu itu” kelihatannya aku sudah cukup berbasa – basi dengannya, aku akan berkata langsung kepada dia “San, kamu tau Anton kan?” “tau, itu kan pacar kamu” “udah gak lagi” “hah? Masa?” “iya, dan sekarang aku rasa dia mendekati kamu daripada aku” “jangan konyol, dia itu temanku juga sekarang, dia tidak mungkin begini” “ aku serius ,San aku berharap kamu mau cuek sama Anton itu” “emang kenapa? Dia gak ngapa – ngapain kok” “aku mau dia merasakan apa yang aku rasakan sama dia” “kenapa kamu jahat banget sich? Anton itu baik, kenapa kamu maksa aku buat cuekin dia?” “ karena aku.. “ “sudahlah, aku mau masuk kelas” Santi pun meninggalkanku dan segera masuk kelas. Kalau dipikir – pikir aku memang jahat melakukan ini dan sekarang Santi menjadi benci kepadaku. Aku bingung apa yang harus kulakukan
Malam harinya, aku sms dengan Dandi “Dan, sekarang Santi jadi benci samaku, gimana ini?” “gimana ceritanya sampai bisa begitu?” “aku pikir kalau Santi cuek sama Anton, Anton pasti menyerah mendekati Santi dan akan balik kepadaku” “wah, Anton itu memang gak tau diri ya? Dia mempermainkan kamu seperti ini” sepertinya aku salah mencari solusi, Dandi tidak akan bisa membantuku dengan apa yang dia pikirkan. Aku mungkin harus mencari solusi dari orang lain.
Aku mulai mengecek kontak handphoneku dan aku akhirnya menemukan Aldo. Aku tahu aku baru mengenalnya tapi menjalin hubungan teman pun tidak salah dan mungkin dia tahu solusi dari masalahku ini. Aku memulai sms dengan kata “hai” tak lama kemudian, dia membalas juga, “hai juga” “si Santi udah pacaran loh” “apa? Yang benar saja? Ah kesempatanku habis sudah” “ ya, sebenarnya, sekarang Santi menjadi benci kepadaku” “membenci kenapa? Memangnya kamu abis ngapain sampai bisa begitu?” “Aku melihat selama ini ternyata Anton hanya memanfaatkanku untuk mendapatkan Santi” “Anton pacaran sama kamu gara – gara buat deketin Santi?” “ya, dan sekarang aku mencoba untuk menjauh mereka tapi kelihatannya malah membuat Santi membenciku” “Kamu mau keluar dari maslah ini kan?” “ya iyalah, siapa yang gak mau keluar dari masalah” “coba kamu cuekin dia terus, kalau kamu cuekkin Santi,dia akan bertanya – Tanya kenapa kamu cuek dan mulai mendekati kamu lagi haha” “kamu yakin ini bisa berhasil?” “ya, aku punya musuh yang aku cuekkin sampai akhirnya dia yang minta maaf” “boleh dicoba, makasih atas sarannya”. Dia memberi solusi, memang tampaknya logis, perasaan manusia memang bisa penasaran terhadap apa yang sudah dilakukan olehnya
Keesokan harinya, aku melakukan rencana itu. Aku tidak berbicara dengannya bahkan aku juga tidak melihat dia karena apa yang terpikirkan semalam membuat pikiranku terbuka atas perasaan.
Satu minggu berlalu, aku tetap cuek terhadap Santi tetapi masalah yang terus – terus selalu datang, Anton masih tetap menjalankan keinginannya. Aku pernah sekali tidak sengaja berpapasan dengannya aku memanggil dia namun dia tetap berjalan. Hal itu membuatku sedih dan membuatku jengkel. Jika saja Santi lebih bijak, dia mungkin akan memilihku dibandingkan teman yang baru dikenalnya itu.
Malamnya Aldo sms aku, “hai, gimana si Santi?” “hai, dia kelihatannya belum ada reaksi dan sepertinya dia tidak menyadarinya” “oh, smua itu memang butuh proses. Ngomong – ngomong, gimana si Anton?” “aku pernah berpapasan dengannya dan memanggil dia tapi dia tetap berjalan dan meninggalkan aku” “kalau begitu, jangan sampai kamu jadi orang yang terus mengikuti dia, dia sudah mengecewakan kamu, apa yang kamu pikirkan?” “sebenarnya aku masih berpikir untuk balikan dengan Anton, tapi kelihatannya cukup sulit, dia benar – benar terpaku dengan Santi” “ kalau begitu lakukan hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan terhadap Santi” “aku harus cuekkin dia juga?” “ya, dengan begitu dia akan mengira kenapa kamu tidak mengejarnya lagi” “mungkin bisa dicoba juga itu”
Keesokan harinya aku merasa ada yang tidak beres dengan teman – temanku. Aku merasa mereka seperti mengucilkanku, apalagi sahabat – sahabat dekatku. Aku bertanya – Tanya kenapa kepada diri sendiri karena aku merasa sendiri. Sampai aku ingat semua temanku adalah teman Santi, jadi mungkin Santi sudah menghasut teman – temanku. Aku merasa semakin sedih sampai aku berpikir tidak ada lagi yang menginginkanku
Malam harinya, aku sms Dandi “Dan, aku bingung kenapa teman – temanku mulai menjauhiku, aku rasa mereka dihasut oleh Santi tentang masalah ini” “benarkah? Jadi siapa teman – teman kelasmu yang masih berteman denganmu?” “aku rasa tidak ada lagi” “wah, benar – benar keterlaluan si Santi itu, dia beraninya main keroyok” ah, aku lupa kalau Dandi tidak bisa membantuku menghadapi masalah ini. Jadi aku memutuskan untuk bertanya kepada Aldo saja “hai, aku merasa si Santi mulai menghasut teman – temanku tentang masalah ini” “benarkah? Jadi gimana keadaan kamu sekarang?” “sangat buruk, aku bertanya – Tanya kenapa aku hidup di dunia ini” “jangan ngomong gitu, masih banyak orang di dunia ini” “tapi ini masalah di depan mata” “ya, kamu seharusnya sabar menghadapi ini. Semua pasti ada waktunya, bersabarlah” di saat itu pun aku bingung tapi aku juga berusaha sabar
Aku akhirnya berusaha sendiri untuk mengembalikan kepercayaan temanku, setelah 1 bulan, aku mungkin sudah mendapatkan 3 teman kelasku tapi mereka seperti kurang percaya. Bagiku itu bukanlah masalah, karena bagiku yang penting berteman asal mereka percaya kepadaku seperti aku percaya kepada mereka
Waktu mulai berlalu, dan sepertinya aku telah mengembalikan kepercayaan mereka dan aku melihat selama ini, Santi mulai bertanya – Tanya mengapa aku cuek terhadapnya. Sekarang aku sudah dapat pergi jalan – jalan bersama teman – temanku, aku senang sekali dan aku mulai mempercayai kata – kata Aldo
Jika kupikir, Aldo berpikir lebih dewasa dibandingkan Dandi. Tapi walau begitu, aku pernah naksir dengan Dandi tapi setelah kudengar temanku ada yang menyukai Dandi, aku mulai pelan – pelan meninggalkan Dandi. Meninggalkan Dandi tidak sesakit ditinggalkan Anton. Cara Anton yang meninggalkan aku membuatku sedih dan kesal. Sedih karena orang yang kupercayai mengkhianatiku dan kesal karena kupikir Anton telah melakukan hal tidak sepantasnya dikatakan seorang laki – laki. Sudah sepantasnya seorang laki – laki memegang kata – katanya, namun setelah aku melihat Anton, pandanganku terhadap laki – laki mulai berubah
Tetapi setelah berselang waktu, berkenalan dengan Aldo, aku pernah berpikir kenapa Aldo mau membantuku, apakah dia menginginkan sesuatu dariku? Setiap manusia melakukan sesuatu karena menginginkan sesuatu, namun kurasa yang diinginkan Aldo adalah hatiku, mungkin saja dia menyukaiku sampai ingin membantu. Dia memang baik, tapi aku tetap berpikir ingin balikan dengan Anton. Aku tidak tahu apa alasannya aku ingin balikan, hanya saja aku tidak nyaman apabila aku belum mendapatkan Anton kembali
Di tengah pikiranku ini, handphoneku bergetar, ternyata Aldo sms-ku. “hai” “hai juga” “gimana teman – teman kamu?” “mereka sekarang udah baik lagi sama aku” “gimana si Santi?” “dia mulai bertanya – Tanya kenapa aku cuek” “oh itu berita bagus, gimana kalau Anton?” “ aku gak tau lagi tentang itu” “apa yang kamu pikirkan tentang dia?” “aku mau balikan sama dia” “sudah berapa lama kamu mengharapkan ini? Satu bulan sudah berlalu, dan dia sama sekali tidak memberikan harapan kepadamu, kenapa kamu mau sekali balikan?” “aku tidak tau, aku merasa tidak nyaman apabila tidak dekat dia” “kamu gila kalau mengharapkan orang semacam Anton, dia sudah mengecewakan kamu dan kamu masih mengharapkan dia? Yang ada juga kamu akan disakiti lagi oleh dia” “ya, tapi aku ingin mengembalikan kenangan – kenangan dulu” “berhentilah melihat ke belakang, seharusnya kamu bisa lebih daripada ini”
“kamu sendiri kenapa selalu memaksaku supaya tidak kembali ke Anton?” “karena aku peduli kepadamu, jangan sampai kamu sakit untuk kedua kalinya” “ya, mungkin itu bisa” “jadi sekarang apa yang kamu pikir tentang Anton?” “51% balik” “kenapa kamu masih berpikir begitu? Permasalahan utama dari masalah Santi itu karena Anton, Anton pacaran denganmu untuk mendekati Santi dan kamu mulai pelan – pelan memisahkan Santi dan Anton malah justru membuat kamu hilang teman – temanmu” di saat itu, pikiranku menjadi terbuka, kenapa bisa aku bodoh? Dia memang biang masalah dari semua ini, aku sekarang dapat mulai melupakan dia sekarang “ya, benar juga. Aku gak mau balikan sama Anton lagi” “nah itu baru bagus, akhirnya kamu sadar juga”
Keesokan harinya, aku merasa lebih bersemangat. Seorang Aldo sudah menyadarkanku dari mimpi buruk ini. Aku akan melangkah maju dari ini
Sudah berbulan – bulan sejak Anton mendekati Santi dari Oktober sejak kami putus hingga Februari ini, tapi dia tidak mungkin mendapatkan Santi. Aku merasa Santi dan Gery adalah pasangan yang cocok, tidak mungkin bisa dipecahkan oleh Anton
3 hari lagi adalah hari valentine. Aku membuat coklat bersama teman – temanku. Kami bersenang – senang dalam membuat coklat dan aku memang merindukan saat – saat seperti ini dengan teman – temanku. Aku membuat coklat yang panjang dan aku sengaja membuatnya sampai 10 lapis. Aku berpikir 8 akan kuberikan kepada semua teman – temanku dan 2 lagi akan kuberikan kepada Aldo. Aku tidak tau kenapa aku memberi lebih kepada Aldo, hanya saja aku ingin membalas dia karena sudah menyadarkanku terhadap Anton.
Pada hari valentine ,di sekolah,aku mendapat banyak coklat karena aku menyadari banyak sekali teman – temanku yang menyayangiku. Aku berniat untuk memberikan coklat itu kepada Aldo pada pulang sekolah nanti.
Pulang sekolah itu, aku menemui Aldo, tepatnya di dekat lapangan sekolah “Aldo, aku mau memberi kamu coklat” “wah, terima kasih sekali ya” aku melihat Aldo sedang melihat – lihat coklat itu dan dia bertanya “kenapa ada 2 lapis?” “tidak apa, aku hanya ingin membalasmu karena sudah menyadariku dari Anton” “haha tapi aku ingin kamu makan juga coklat ini” “ah tidak usah, kamu saja sendiri” “sebenarnya aku tidak suka makan coklat terlalu banyak makanya aku ingin berbagi denganmu” “oh baiklah”.
Kami akhirnya berjalan – jalan di sekitar sekolah dan bercakap – cakap hingga akhirnya kami duduk di bangku taman sekolah. Tiba – tiba Aldo menanyakan hal yang mengejutkan kepadaku “Mel, jadi kalau sekarang bukan Anton, sekarang kamu suka siapa?”. Aku benar – benar terkejut, aku sebenarnya cukup kagum dengan dia, tapi aku kurang yakin dengan dia “gak tau”. Tanya Dandi aja haha” itu adalah kalimat yang kupikirkan, sebenarnya aku masih ragu – ragu dengan perasaanku tapi apabila dia yakin pasti akan kuterima
“kamu sendiri suka siapa?” aku melihat tampangnya setengah kaget dari yang kutanya “gak tau. Tanya Dandi aja haha”. Dia ternyata mengikuti kata – kataku, dan dia berkata tanya Dandi? Aku akan bertanya kepadanya
Pulangnya aku mengambil handphoneku dan sms Dandi “Dan, sebenarnya Aldo suka siapa sih?” “hah? Buat apa kamu tau?” “gak apa – apa aku Cuma pengen tau aja” “siapa yang suruh Tanya aku?” “dia sendiri” “masa sih? “iya, gak percaya amet sih” “ya, dia suka sama kamu” “hah, jangan bercanda kamu” “serius, dia dari pertama lihat kamu udah suka katanya haha”. Ternyata dugaanku benar, dia suka sama aku. Mungkin besok aku akan temui dia
“Hai” “Hai jg” “kamu bilang Tanya Dandi kan? Aku udah Tanya” “apa? Orang itu gak bisa jaga mulut ternyata” “haha, kamu mau tau aku suka siapa?” “mau, mau, siapa, Mel?” “coba kamu ambil cermin, lihat ada siapa?” “hah, kamu gak salah tuh? “gak, aku jujur kok, di depan cermin ada siapa?” “ada aku?” “iya, aku jujur loh” “jadi, kamu sekarang juga tau aku suka siapa?” “tau kok, kan dari Dandi haha” “kalau begitu boleh aku rekap semua?” “rekap aja sana”
“Melinda, aku suka sama kamu, kamu gak jadi pacarku?” “iya, aku mau”. Dan di saat itulah aku mulai melupakan Anton sepenuh hati dan mempercayakannya kepada Aldo. Waktu berlalu begitu cepat, sekarang Santi sudah baikan denganku dan kami menjadi sering bermain bersama. Teman – temanku sekarang semakin banyak karena aku sudah berdamai dengan Santi. Anton sendiri pun akhirnya meminta maaf kepadaku, dia akhirnya sadar kalau dia salah tetapi di saat itu, dia pun minta balikan. Namun aku sudah tau apa yang akan kujawab, Aldo adalah pacarku. Anton pun menyesali perbuatannya dan menjadi teman yang baik. Semua ini karena Aldo, aku yakin, karena kami saling menyayangi dan jujur kami pasti akan bertahan lama dengan mengukir kenangan indah baru
Bagus? wkwkwk